Healthy Protection

Jenis-Jenis Badai Yang Terjadi Akibat Cuaca Ekstrim, Yuk Pahami Penyebabnya

Perubahan iklim berdampak pada cuaca yang tidak menentu. Bahkan, sering menimbulkan cuaca ekstrim. Cuaca ekstrem mengacu pada perubahan cepat dalam kondisi iklim yang menyebabkan suhu lebih tinggi, intensitas curah hujan meningkat, dan, dalam kasus terburuk, bencana alam seperti angin topan.

Badai adalah fenomena alam dengan angin yang sangat-sangat kencang. Saat cuaca ekstrem atau parah sekalipun, badai biasanya terjadi. Tergantung di mana terjadinya, badai dapat disertai dengan hujan, debu, es, guntur, dan salju.

Saat ada badai, akan ada angin kencang. Kecepatan angin saat badai berkisar antara 64-72 knot. Kecepatan angin seperti itu dapat menyebabkan kerusakan luas.

Selain itu, badai seringkali membawa hal-hal lain yang juga sangat berbahaya, seperti sambaran petir, banjir bandang, dan angin kencang. Oleh karena itu, kita harus tetap waspada, terutama saat cuaca ekstrem.

Untuk lebih memahami apa itu angin topan, berikut penyebab terjadinya angin topan,

Ada dua faktor utama penyebab angin topan, yaitu perubahan suhu permukaan laut dan atmosfer bumi.

Penyebab paling umum dari badai petir adalah suhu permukaan laut yang hangat. Permukaan laut yang bersuhu tinggi akan kontras dengan suhu di bawah permukaan laut atau di dalam air. Ini akan memulai badai. Seperti penyebab badai.

Perubahan atmosfer bumi sebenarnya merupakan kelanjutan dari tingginya suhu permukaan laut. Ini menciptakan energi karena perubahan atmosfer bumi, termasuk munculnya kilat dan badai.

Badai dimulai ketika udara mengembun, uap air yang terjadi di udara lembab. Udara lembab ini bergerak naik ke atmosfer, yang lebih dingin dari permukaan bumi.

Selama kondensasi ini, uap air melepaskan panas yang dikandungnya. Energi panas yang dilepaskan inilah yang menjadi penggerak, sehingga ketika terjadi badai selalu ditandai dengan adanya angin.

Setelah angin kencang, badai kerap diikuti gelombang besar, hujan lebat, bahkan banjir.

 

Ketahui Jenis-Jenis Badai

Semua badai melibatkan angin kencang. Tetapi ada juga badai dengan hujan, salju, debu, dll. Inilah mengapa ada begitu banyak jenis badai. Jenis badai antara lain:

1. Badai Siklon Tropis

Siklon tropis adalah badai umum di daerah tropis. Siklon tropis dicirikan oleh tekanan permukaan yang rendah, inti badai yang hangat, dan langit berawan yang padat.

Central Dense Overcast adalah area yang menyerupai pita melingkar yang mengelilingi awan tebal, hujan, dan kilat. Siklon tropis juga memiliki mata, yaitu sebutan untuk bagian yang muncul berupa lubang melingkar di tengah peredarannya.

 

2. Badai Salju

Meski disebut badai salju, badai ini sebenarnya terjadi saat udara hangat hadir. Badai salju terjadi ketika udara hangat dan lembab bertemu dengan udara dingin. Di Amerika Serikat bagian barat laut, udara hangat dan lembap dari Samudra Pasifik mendingin saat didorong ke pegunungan.

 

3. Badai Debu

Badai debu adalah angin kencang yang membawa debu. Debu yang terbawa angin adalah partikel tanah liat halus, tetapi juga lumpur dan kotoran. Badai debu ini sering terjadi di tempat dengan sedikit atau tanpa vegetasi.

 

4. Badai Pasir

Badai debu adalah angin kencang yang membawa partikel pasir dari permukaan bumi. Badai seperti itu biasa terjadi di daerah dengan daerah gurun. Namun badai seperti itu juga bisa terjadi di luar daerah gurun, seperti di sepanjang pantai. Beberapa pasir yang ditiup badai tidak naik lebih dari 50 sentimeter, tetapi beberapa pasir tertiup hingga dua meter.

 

5. Badai Tornado

Tornado adalah badai yang paling ditakuti karena kekuatan penghancurnya. Tornado adalah angin berputar berbentuk seperti corong besar yang berputar dengan kecepatan tinggi. Di Indonesia, angin puting beliung disebut puting beliung. Tornado biasanya diikuti oleh awan badai dan hujan disertai kilat. Awan badai ini adalah kumpulan energi yang menciptakan daya dorong di awan.

 

6. Badai Petir

Petir juga dikenal sebagai badai petir atau badai listrik. Badai ini merupakan fenomena alam dengan banyak petir atau guntur. Badai petir adalah jenis badai yang dapat terjadi hampir di mana saja di Bumi.

 

7. Badai Meteor

Badai meteor juga dikenal sebagai hujan meteor. Fenomena unik ini merupakan fenomena astronomi yang terjadi ketika banyak bintang jatuh terlihat bersinar terang di langit malam. Meteor ini terbentuk ketika pecahan benda luar angkasa yang disebut meteoroid memasuki Bumi dengan kecepatan tinggi. Hujan meteor ini biasanya terjadi saat Bumi mendekati orbit komet dan melewati puing-puing.

 

8. Badai Magnetik

Badai magnetik lebih dikenal sebagai badai matahari. Bahkan ketika badai magnet atau badai matahari terjadi di permukaan matahari, pengaruhnya dapat dirasakan di Bumi. Dampak badai magnet di bumi dapat mempengaruhi ionosfer dan gangguan sinyal.

 

Penanggulangan jika terjadi badai besar

  1. Persediaan senter dan baterainya, lilin, dan korek api
  2. Tutup semua pintu dan jendela
  3. Hindari terlalu dekat dengan jendela atau pintu kaca
  4. Simpan barang-barang di teras dan halaman dalam rumah
  5. Parkirkan mobil di tempat yang aman dan aktifkan rem tangan
  6. Siapkan power bank yang terisi penuh
  7. Jangan keluar rumah
  8. Waspadai korsleting aliran listrik
  9. Jangan Biarkan Anak Bermain Saat Banjir
  10. Periksa kerusakan dam kerugian sekitar setelah badai atau bencana